Islam rahmatan lilalamain-Sunar Anom
Mungkin pernah kita mendengar "islam pada mulanya datang dengan tampak asing,, dan akan pula berakhir tampak asing"??
Mengapa??
Karena yang asing itu jumlahnya sangat sedikit??
Atau karena sebagian besar sudah terlampau menjalankan kebiasaan kebiasaan yang dianggapnya itu ajaran islam??
Sehingga ketika tampak sesuatu yang beda kita terlampau lebih dulu memvonis itu ajaran salah??
Tidakah mau merenungi bahwa yang selamat itu hanya golongan yang kecil??
Saya akui awalnya saya terlampau "taqlid" hanya meyakini yang orang lain yakini,,
Sehingga saya tega dulu menganggap seorang Gus Dur adalah orang yang tidak waras karena celotehanya ,, terlebih ketika beliau berkata " wong adzan ko teriak teriak pakai pengeras suara kaya Tuhan budeg saja,, sudah jelas Tuhan berkata " Aka dekat melebihi urat leher mu",,
Tapi sebetulnya kalo di renungkan dalam dalam betul juga yang beliau sampaikan,,
Sampai ketika beliau di anggap kafir sekalipun atau di anggap apapun beliau selalu jawab " kalo saya memang kafir kalian bisa apa?? Mau bunuh saya?? Bukan kalian sendiri ISLAM?? Harusnya kalian lebih arif karena yang berhak menghakimi adalah Allah gitu aja ko repoot , wis urus awak mu dewe ojo akeh ngapusi wong",,
Dan ketika ramadhan saat ini ,,
Saya Yakin di tengah tengah kebiasaan orang yang menjalankan Puasa karena sebatas ikut ikutan,, saur ikut ikutan waktu yang di tetapkan manusia,, begitupun Buka Puasa ikut ikutan waktu manusia ,,
Ada segelintir orang yang menjalankan puasa menurut keyakinan nya dan bersahur serta berbuka atas Waktu yang Allah tetapkan,,
Yang jadi permasalahan sampai saat ini saya belum tahu adakah dalil atau hadits yang mengatakan waktu adzan maghrib adalah panggilan berbuka??
Bukankah adzan itu panggilan sholat??
Dan sehingg akhirnya kita terbiasa menunggu adzan maghrib ketika ramadhan adalah untuk berbuka puasa,, sehingga jadinya seolah olah balas dendam dan meremehkan panggilan sholat,, lebih memililh balas dendam sepuasnya makan yang ada,, kalo menurut saya kita puasa tiap tahun bukan puasa hanya pindah jam makan saja,, karena bagi yang berpuasa sesungguhnya saya yakin mereka lebih indah dan arif menjalankan puasa,, bukan sekedar melatih menahan lapar dan haus ,,
Dan bukan sekedar ikut ikutan,,
Saat seperti ini yang saya rindukan adalah berkumpul bersama yang terasingkan,,
Tapi saya sadar saya sedang berjuang sendiri ,, memperjuangkan apa yang saya Yakini dan itu adalah harga untuk "kemerdekaan".
Ketimbang saya hidup tanpa keyakinan dan kembali murtad karena kembali pada keyakinan dulu yang menjalankan apapun karena mengikuti orang banyak bukan karena berjuang membuktikan keyakinan sendiri,,
Karena sekalipun salah maka Allah akan memberi tahu mana yang Baik seharusnya yang disisi Nya ,, bukan baik karena di mata manusia
No comments
Post a Comment