Pribahasa Bugis
Teppettu maoompennge’, teppolo
massellomoe’. (Tak akan putus yang
kendur, tak akan patah yang lentur).
Artinya: Peringatan agar bijaksana
menghadapi suatu permasalahan.
Toteransi dan tenggang rasa perlu dipupuk
supaya keinginan tercapai tanpa kekerasan.
Tarukie’ inapessu, padai tonangie’ lopi
sebbok. (Menuruti hawa nafsu ibarat
menumpang perahu bocor).
Artinya: Jika menuruti hawa nafsu,
lenyaplah pengendalian diri. Oleh karena
itu, setiap usaha yang dilandasi hawa
nafsu, yang berlebihan bisa berakhir
dengan kegagalan.
Rebba sipatokkong, mali siparappe’, sirui
me’nre tessurui nok, malilusipakainge,
maingeppi mupaja. (Rebah saling
menegakkan, hanyut saling
mendamparkan, saling menarik ke atas dan
tidak saling menekan ke bawah, terlupa
saling mengingatkan, nanti sadar atau
tertolong barulah berhenti).
Artinya: Pesan agar orang selalu berpijak
dengan teguh dan berdiri kokoh dalam
mengarungi kehidupan. Harus tolong-
menolong ketika menghadapi rintangan,
dan saling mengingatkan untuk menuju ke
jalan yang benar. Hal itu akan akan
tenwujud masyarakat yang aman dan
sejahtera.
Pala uragae’, tebakke’ tongennge’
teccau mae’gae’, tessie’wa siyulae’.
(Berhasil tipu daya, tak akan musnah
kebenaran, tak akan kalah yang banyak, tak
akan berlawanan yang berpantangan).
Artinya: Tipu day, mungkin berhasil untuk
sementara, tetapi kebenaran tidak akan
hilang. Kebenaran akan tetap hidup
bersinar terus dalam kalbu manusia karena
akan ia datang dari sumber yang hakiki,
yaitu Tuhan YME.
Taroi telleng linoe’, tellaing pe’sonaku
ri masagalae’. (Biar dunia tenggelam, tak
akan berubah keyakinanku kepada Tuhan).
Artinya: Apapun yang terjadi, keyakinan
yang sudah dihayati kebenarannya tidak
boleh bergeser, karena segala kesulitan di
dunia ini hanyalah tantangan untuk
menguji keimanan sescorang.
Ajak mapoloi olona tauwe’. (Jangan
memotong (mengambil) hak orang lain.
Artinya: Memperjuangkan kehidupan
adalah sesuatu yang wajar, tetapi jangan
menjadikan perjuangan itu pertarungan
dengan kekerasan yaitu saling merampas
rezeki orang lain.
Nare’kko mae’lokko made’ceng ri
jama-jamammu, attanngakko ri bate’lak-
e’. Ajak muolai bote’lak sigaru-garue’,
tutunngi bate’lak makessinnge’
tumpukna. (Kalau mau berhasil dalam
usaha atau pekerjaanmu, amatilah jejak-
jejak. Jangan mengikuti jejak yang simpang
siur, tetapi ikutlah jejak yang baik
urutannya).
Artinya: Jejak yang simpang siur adalah
jejak orang yang tidak tentu arah tujuan.
Jejak yang baik urutannya adalah jejak
orang yang berhasil dalam kehidupan.
Sukses tak dapat diraih dengan semangat
saja, melainkan harus dibarengi dengan
tujuan yang pasti dan jalan yang benar.
Tuppui noterri, turungngi name’cawa.
(Mendaki ia menangis, menurun ia
tertawaun).
Artinya: Setiap keadaan ada timbal
baliknya. Ada dua hal yang silih berganti
dalam kehidupan. Maka bersiaplah
menghadapi dua kemungkinan itu. Jangan
takabur ( sombong) jika sedang merasakan
kebahagiaan, karena nanti akan merasakan
kesedihan juga. Demikian pula sebaliknya,
jangan terlampau bersedih jika dirundung
malang, karena dari situlah proses
terjadinya kebahagiaan bakal dimulai.
Manyumui mellekmu tabbelle barrek, iami
napitakko manuk. (Berhati-hatilah dengan
hasratmu, kelak tertumpah bagaikan beras
lalu engkau dicotok ayam).
Artinya: Memperlihatkan hasrat yang
berlebihan sama halnya nunjukkan
kepribadian yang lemah. Dengan
menampakkan kelemahan berarti
membuka peluang bagi orang yang
bermaksud jahat melaksanakan niatnya.
No comments
Post a Comment