Pengenalan Kepada Sufi, Hakekat dan Makrifat
PENGENALAN ISTILAH
Istilah sufi amat berkait rapat dengan "bersih" , "suci" , "saf (barisan hadapan)" , "bulu (pakain bulu)" , "suffah".
1. Ahli sufi digelar sufi kerana kebersihan (suffa) hati mereka dan kesucian amalan dan tindak tanduk mereka. Mereka digelar sufi kerana mereka menyerupai ahli suffah yang hidup di zaman Nabi SAW.
2. Orang Sufi adalah orang yang mempunyai hati yang ikhlas (suffa) terhadap Allah.
3. Mereka adalah orang-orang yang duduk di barisan hadapan (suffa) sekali di hadrat Allah, melalui kecintaan mereka kepada Allah, tetap berhadap hati mereka kepada Allah, dan tetap lubuk hati (sirr) mereka berhadap Allah".
Erti sufi yang dimaksudkan oleh saya dalam blog ini ialah
Orang-orang sufi senantiasa berusaha mensucikan dirinya dengan melalui latihan-latihan kerohanian tertentu. Dalam sejarah, istilah sufi baru dikenal setelah pertengahan abad kedua hijriah. Sebelum itu orang hanya kenal dengan perkataan Zuhud.
HAKEKAT
1. Akar kata haq dapat diertikan milik atau kepunyaan; benar atau kebenaran;
2. Kebenaran Illahi.
3. (Syath) Terbukanya kesadaran hamba atas kesungguhannya dalam menjalani lakuan atas perintah Gurunya yang hak dan sah bahwa hake-atnya Yang Boleh Yang Kuat, Yang Memiliki Segala Maujud, Yang Berbuat , Yang Bergerak , bahkan yang Ada dan Wujud hanyalah DiriNya Dzat Yang Al Ghaib Yang Allah AsmaNya.
4. (Syath) Hati nurani, roh dan rasa yang telah berfungsi untuk selalu mengingat-ingat dan menghayati DiriNya Dzat Al Ghaib dan Mutlak WujudNya.
HAKIKAT Dalam Tasawuf
Hakikat adalah imbangan kata syariat yang identik/terikat dengan aspek kerohanian dalam ajaran Islam. Untuk merintis jalan mencapai hakikat, seseorang harus dimulai dengan aspek akhlak yang diikuti dengan aspek ibadah. Bila kedua aspek ini diamalkan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan ia akan dapat meningkatkan keadaan mental seseorang dari tingkat rendah secara berperingkat ke tingkat yang lebih tinggi. Pada posisi tertinggi Tuhan akan menerangi hati sanubarinya dengan nur-Nya, sehingga ia betul-betul dapat dekat dengan Tuhan, mengenal Tuhan dan melihatNya dengan mata hatinya. Di kalangan Sufi orang yang telah mencapai tingkatan ini disebut ahli hakikat. Kalau dihubungkan dengan Tuhan, hakikat adalah sifat-sifat Allah SWT, sedangkan Zat Allah disebut al-Haqq.
Sufi yang dikenal dengan faham hakikat adalah Abu Yazid al-Bustami dan al-Hallaj yang pernah menyatakan “Ana al-Haqq”.
MAKRIFAT
1. Mengenal dan mengetahui berbagai ilmu secara ringkas dan mendalam;
2. Pengetahuan Illahi. Pengetahuan hakiki yang datang melalui “penyingkapan”, “penyaksian”, dan “cita rasa” (dzauq). Pengetahuan ini berasal dari Allah.
3. (Syath) Menyaksikan (melihat dengan jelas dan nyata) kepada Ada dan Wujud DiriNya Dzat yang di muka bumi Al Ghaib. Kejadiannya hanya terjadi di alam pati. Ditarik Allah membuktikan fana dzat. Karena itu sama sekali tidak bernafas dan rasa seyakinnya merasakan Wujud DiriNya.
No comments
Post a Comment